Bermain Roblox


        



        Sore itu, sepulang sekolah, Risa langsung menyalakan laptopnya. Jari-jarinya dengan cepat mengetikkan kata sandi, dan beberapa detik kemudian, logo kotak-kotak Roblox menyala di layar. Ia segera bergabung dengan teman-temannya di dalam dunia Bloxburg, rumah virtual favorit mereka. Peta besar itu selalu ramai: ada yang sibuk membangun rumah mewah, ada yang bekerja di restoran pizza, dan ada juga yang hanya berkeliling dengan mobil sport virtual. Risa dan temannya, Dodi, memutuskan untuk bekerja di toko kelontong untuk mengumpulkan uang virtual. Mereka tertawa saat avatar Dodi tanpa sengaja menjatuhkan tumpukan kotak di lorong, dan mereka dengan cekatan menyelesaikan pesanan pelanggan yang datang silih berganti. Roblox bukan hanya permainan; itu adalah tempat nongkrong virtual mereka, tempat mereka bisa bebas berkreasi dan menghabiskan waktu bersama tanpa harus bertemu muka.

        Setelah mengumpulkan cukup uang, Risa dan Dodi beralih ke Adopt Me!, sebuah dunia yang sama sekali berbeda, penuh dengan hewan peliharaan ajaib. Risa sangat ingin menetas telur naga neon yang langka, jadi dia menghabiskan beberapa menit terakhirnya mengurus hewan peliharaannya yang lain, memberinya makan dan menidurkannya. Suasana di Adopt Me! terasa lebih santai dan penuh warna cerah, kontras dengan kesibukan di Bloxburg. Saat jam menunjukkan pukul enam sore, dan ibunya memanggil untuk makan malam, Risa merasa enggan untuk keluar. Ia memberi makan terakhir pada naga virtualnya, berjanji akan kembali setelah makan malam. Dengan senyum puas, ia mematikan laptopnya. Dunia Roblox akan selalu menunggu petualangan mereka berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Video Sekolahku